![]() |
| Illustrasi Gajah Nepal - Sumber : www.beritasatu.com |
Pernah ditangkap dan dipotong gadingnya, lalu dilepas lagi.
Seekor gajah jantan di Nepal saat ini tengah diburu aparat karena sering menyerang manusia dan telah membunuh 15 orang dalam beberapa tahun terakhir.
Para ahli binatang menyebut perilaku ganas gajah tersebut muncul setelah dia dicegah kawin dengan kelompok gajah betina.
Sebetulnya Jagawana telah menangkap gajah itu dan memotong gadingnya setelah dia dicurigai membunuh dua orang di tempat terpisah November lalu. Namun setelah gajah itu dipasang alat pelacak, dia dilepas pergi.
Sejak itu, gajah tersebut diduga telah menyerang dan menewaskan enam orang termasuk sepasang suami istri umur 60an, dan pekan lalu Angkatan Darat Nepal mengirim tim untu memburu dan membunuh gajah tersebut.
Gajah yang diberi nama Dhrube itu sudah menjadi perhatian aparat sejak lima tahun silam karena dia menghancurkan sebuah pos tentara di Chitwan, sekitar 150 kilometer sebelah Selatan ibukota Kathmandu. Gajah jantan itu diduga membunuh seorang tentara.
Jagawana mengatakan gajah itu mengamuk karena dijauhkan dari kelompok betina di Chitwan.
Namun rencana untuk membunuh gajah tersebut ditentang kelompok pecinta binatang Nepal.
"Membunuh gajah yang sedang mabuk cinta adalah tindakan tidak etis, ilegal, kejam dan tak perlu," kata kelompok perlindungan binatang setempat Animal Nepal and Animal Welfare Network Nepal (AWNN).
"Gajah secara alami adalah binatang jinak yang tidak akan menyerang manusia kecuali jika diprovokasi," kata anggota AWNN Pramada Shah seperti dilansir AFP.
"Situasi seperti ini terjadi karena kegagalan manusia untuk menangani gajah tersebut dengan benar. Karena itu menjadi tanggung jawab kita untuk mencari solusi yang sah dan manusiawi."
Nepal memiliki sekitar 300 gajah termasuk 100 gajah dewasa yang sudah dijinakkan untuk kepentingan pariwisata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar