Entri Populer

Minggu, 16 Desember 2012

TERKAIT KASUS AKPER GUNUNGSITOLI LSM GEMPITA GELAR AKSI






NIAS, NM
Kurang lebih lima Jam LSM GEMPITA (Generasi Muda Peduli Tanah Air) Kepulauan Nias menggelar aksi unjuk rasa di tiga institusi pemerintahan Kabupaten Nias, Senin (3/12) lalu, dimulai dengan mendatangi Mapolres Nias disusul ke Kantor Bupati dan diakhiri dengan mengunjungi Kantor DPRD yang diwarnai dengan aksi lempar telur ke dinding gedung dewan terhormat itu.  
Aksi tersebut menuntut Polres Nias agar segera mengusut tuntas kasus Soginötö Dakhi selaku Pimpinan Akper Gunung Sitoli dan mendesak Bupati dan DPRD Kabupaten Nias agar mendukung Polres Nias dalam mengusut tuntas kasus itu, setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten Nias telah membentuk Tim Pencari Fakta untuk menelusuri “perselingkuhan” kewenangan oleh pimpinan Akper.
Ketika LSM Gempita yang dipimpin langsung oleh Yanuar Zebua (Sekretaris) tiba di Mapolres Nias, mereka disambut dengan baik dengan mengundang langsung pimpinan aksi beserta perwakilan dari DPC-DPC LSM Gempita se-Kepulauan Nias yang turut serta dalam aksi.
Pada pertemuan itu pihak Mapolres Nias menyatakan serius menangani kasus tersebut, yang dibuktikan dengan menandatangani surat pernyataan serius pada secarik surat pernyataan buatan LSM Gempita.
Selesai dari Mapolres, LSM Gempita beserta massanya langsung bertolak menuju Kantor Bupati Nias, tapi sayangnya Bupati Nias tidak sedang berada di Kantornya melainkan sedang berada di luar daerah.
LSM Gempita akhirnya diterima oleh Wakil Bupati Nias di ruangannya. LSM Gempita meminta kepada Wakil Bupati Nias agar segera menyerahkan dokumen hasil temuan Tim Pencari Fakta tersebut kepada Mapolres Nias. Wabup menyatakan bahwa kepadanya belum diserahkan dokumen itu, sehingga ia hanya menyarankan untuk menunggu Bupati Nias dan meminta kepadanya untuk menyerahkannya.

Bupati Nias ternyata bukan di luar Daerah
Sempat terjadi kekecewaan LSM Gempita setelah selesai berdialog dengan Wakil Bupati, di mana diketahui oleh Pimpinan Aksi bahwa Bupati Nias sebenarnya tidak sedang berada di luar daerah, melainkan masih di dalam wilayah Kabupaten Nias.
Pada kesempatan itu, Pimpinan Aksi mempertanyakan keseriusan Bupati Nias mengusut tuntas kasus itu dan sekaligus menduga bahwa Bupati Nias takut mencopot Soginötö Dakhi dari jabatannya karena diduga keras ada kerjasama tersembunyi yang dilakukan oleh kedua insan itu.
Pimpinan Aksi berjanji tidak akan berhenti menggerakkan massa sebelum Bupati Nias mengabulkan permintaan mereka, yaitu menyerahkan dokumen hasil temuan Tim Pencari Fakta kepada pihak Kepolisian untuk diusut hingga tuntas.

Gedung DPRD dilempari dengan telur
Selesai menyatakan kekecewaannya kepada sikap Bupati Nias, massa bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Nias. Setelah beberapa menit berorasi di depan gedung bertingkat itu, akhirnya anggota DPRD yang berasal dari Fraksi B datang menemui massa yang sedang menantikan kehadiran meraka.
Pada kesempatan itu Pimpinan Aksi meminta kepada Ketua Fraksi B untuk menandatangani surat persetujuan mendukung Polres Nias mengusut tuntas kasus Akper, sekaligus meminta seluruh anggota Dewan yang hadir untuk menandatangani “spanduk” yang dibawa oleh massa sebagai bukti setujunya masing-masing wakil rakyat itu.
Namun, Ketua Fraksi B hanya bersedia menandatangani surat, dan menolak menandatangani spanduk yang dibawa tersebut bersama teman-teman anggota lainnya dengan alasan bahwa hal yang demikian itu tidak dapat menjamin selesainya proses hukum yang akan diusut. Selesai menyatakan penolakan itu, langsung pamit undur diri dan meninggalkan massa begitu saja di halaman Gedung DPRD penampung aspirasi rakyat itu.
Melihat tidak dihiraukan dan ditinggalkan begitu saja oleh anggota-anggota dewan terhormat tersebut, Pimpinan Aksi beserta beberapa anggotanya melempari dinding-dinding gedung Dewan itu dengan beberapa butir telur, sebagai lambang bahwa penghuni gedung itu saat ini, beraroma busuk bagaikan telur.
Puas melampiaskan kekecewaannya, akhirnya mereka membubarkan diri dan berjanji akan kembali dengan membawa massa yang lebih besar. (R.Gea)

Tidak ada komentar: