Entri Populer

Selasa, 25 Desember 2012

Duet Ganteng Unggul di Survei

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah lembaga survei bernama Media Survei Nasional (Median) melakukan jajak pendapat mengenai siapa kandidat Gubernur Sumatera Utara yang diunggulkan dalam agenda pemilihan kepala daerah tahun 2013 mendatang.
Hasilnya, pasangan Gatot Pujo Nugroho yang berpasangan dengan Tengku Ery Nuradi diprediksi unggul.
Survei yang dilakukan pada 17- 19 November 2012 itu menggunakan metode multistage random sampling, melibatkan 1.500 responden di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Utara, dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan Margin of Error 2.53 persen.
Median telah mendapatkan beberapa temuan terkait tingkat  popularitas dan elektabilitas para pasangan kandidat, serta  tingkat soliditas dukungan konstituen parpol pendukung pasangan. Untuk tingkat popularitas, hasil survei menunjukkan keunggulan sementara pasangan Gatot Pujo Nogroho -Tengku Ery Nuradi dengan raihan 76,5 persen.
Perolehan tersebut jauh mengungguli empat pasangan lainnya, yaitu Amri Tambunan - RE. Nainggolan  (54,4 persen), Gus Irawan - Soekirman (52,9%), Chairuman Harahap - Fadly Nurzal  (47,4%), dan Effendy Simbolon - Jumiran Abdi  ( 41, 5%).
Sedangkan dari sisi elektabilitas para pasangan calon, hasil survei menyebutkan, jika pemilukada Sumatera Utara digelar hari ini, maka pasangan Gatot Pujo Nogroho dan Tengku Ery Nuradi mengungguli pasangan keempat pasangan lainnya. Rincian hasil survei tersebut adalah pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Ery berhasil meraih dukungan sebesar 31,2 persen.
Di urutan kedua bertengger Amri tambunan-RE Nainggolan dengan raihan 17,6 persen.
"Di urutan ketiga, Gus Irawan-Soekirman (16,3  persen). Lalu disusul Chairuman Harahap - Fadly Nurzam (9,7 persen). Kemudian di urutan terbawah bertengger pasangan Effendy Simbolon- Jumiran Abdi (8,5 persen). Sedangkan pemilih yang belum menentukan pilihannya, alias pemilih mengambang sebesar 16,7 persen," ujar Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun dalam siaran pers yang diterima wartawan, Kamis(22/11/2012).
Namun Rico hasil survei yang dilakukan pihaknya bisa saja ada perubahan. Sebab, dinamika politik masih sangat tinggi, sehingga masih mungkin mengubah posisi setiap pasangan saat ini.
Selain itu, hasil survei juga menemukan indikasi menyangkut tingkat soliditas dukungan konstituen parpol pendukung pasangan pada Pemilukada Sumut. Median menemukan bahwa PKS dan Partai Gerindra sebagai partai dengan tingkat kesolidan konstituen tertinggi untuk mendukung pasangan calon rekomendasi partai.
"Tingkat kesolidan konstituen PKS sebesar 72,5 persen sebagai partai pengusung pasangan Gatot Pujo-Tengku Ery. Kemudian, disusul oleh Partai Gerindra yang mengusung Gus Irawan-Soekirman sebanyak 52,5 persen. Sedangkan Partai Demokrat yang mengusung pasangan Amri Tambunan - RE Nainggolan hanya sebesar 48,5 persen," ujar Rico Marbun.

Penulis: Willy Widianto
 
Sumber : m.tribunnews.com

Dilarang Kawin, Gajah Jantan Nepal Tewaskan 15 Orang

Ilustrasi gajah Nepal.
Illustrasi Gajah Nepal - Sumber : www.beritasatu.com

Pernah ditangkap dan dipotong gadingnya, lalu dilepas lagi.

Seekor gajah jantan di Nepal saat ini tengah diburu aparat karena sering menyerang manusia dan telah membunuh 15 orang dalam beberapa tahun terakhir.

Para ahli binatang menyebut perilaku ganas gajah tersebut muncul setelah dia dicegah kawin dengan kelompok gajah betina.

Sebetulnya Jagawana telah menangkap gajah itu dan memotong gadingnya setelah dia dicurigai membunuh dua orang di tempat terpisah November lalu. Namun setelah gajah itu dipasang alat pelacak, dia dilepas pergi.

Sejak itu, gajah tersebut diduga telah menyerang dan menewaskan enam orang termasuk sepasang suami istri umur 60an, dan pekan lalu Angkatan Darat Nepal mengirim tim untu memburu dan membunuh gajah tersebut.

Gajah yang diberi nama Dhrube itu sudah menjadi perhatian aparat sejak lima tahun silam karena dia menghancurkan sebuah pos tentara di Chitwan, sekitar 150 kilometer sebelah Selatan ibukota Kathmandu. Gajah jantan itu diduga membunuh seorang tentara.

Jagawana mengatakan gajah itu mengamuk karena dijauhkan dari kelompok betina di Chitwan.

Namun rencana untuk membunuh gajah tersebut ditentang kelompok pecinta binatang Nepal.

"Membunuh gajah yang sedang mabuk cinta adalah tindakan tidak etis, ilegal, kejam dan tak perlu," kata kelompok perlindungan binatang setempat Animal Nepal and Animal Welfare Network Nepal (AWNN).

"Gajah secara alami adalah binatang jinak yang tidak akan menyerang manusia kecuali jika diprovokasi," kata anggota AWNN Pramada Shah seperti dilansir AFP.

"Situasi seperti ini terjadi karena kegagalan manusia untuk menangani gajah tersebut dengan benar. Karena itu menjadi tanggung jawab kita untuk mencari solusi yang sah dan manusiawi."

Nepal memiliki sekitar 300 gajah termasuk 100 gajah dewasa yang sudah dijinakkan untuk kepentingan pariwisata.

Sabtu, 22 Desember 2012

AWAN BERBENTUK ULAR NAGA HIASI LANGIT CIAWI

Foto yang beredar di warga




Bogor - Fenomena alam terjadi di langit Ciawi, Kabupaten Bogor. Gumpalan awan membentuk ular naga, lengkap dari badan hingga kepala, seolah hendak menerkam mangsa.

Peristiwa itu terjadi di arah tol Jagorawi menuju Puncak, Jumat (21/12/2012) sekitar pukul 17.15 WIB. Gumpalan awan berbentuk ular naga muncul secara tiba-tiba usai hujan deras.

Fenomena ini membuat puluhan warga takjub. Beberapa di antaranya terlihat mengabadikan fenomena itu dengan kamera ponselnya. "Awannya keren, seperti naga yang mau menerkam mangsa," kata Rudi (31), salah seorang pengendara yang melintas.

Sebagian besar pengguna jalan langsung menghentikan kendaraannya. Mereka memandang langit yang berwarna kelabu itu.

Fenomena awan tersebut tidak berlangsung lama, kurang lebih 10 menit. Selebihnya, awan terbawa angin. Bentuk naga pun buyar.

WARGA CIAWI NGAKU TIDAK LIHAT
Warga Ciawi, Iwan mengaku tidak melihat apa pun sore tadi. Bahkan menurut dia, langit terlihat mendung karena habis hujan lebat.

"Sepertinya tidak ada mas. Makanya saya kaget, katanya ada penampakan di langit. Di BBM dan di Facebook rame. Tapi tadi saya seharian di luar sepertinya nggak ngeliat itu," tutur warga yang bertempat tinggal tidak jauh dari Simpang Gadog ini ketika dihubungi detikcom.

Hal senada juga dikatakan Nanda. Perempuan itu sempat membalas status BBM teman-temannya. "Saya dapat broadcastnya, pertama saya percaya. Tapi sepertinya pernah melihat. Kayaknya nggak mungkin (awan aneh) ada di sini, soalnya mendung," ujar Nanda.

Sumber : detikNews

MEMBACA RASIONALITAS LOGIKA RUHUT

Headline
RUHUT SITOMPUL, POLITISI DEMOKRAT BLAK-BLAKAN DAN APA ADANYA






Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Senin, 17 Desember 2012 | 07:30 WIB 
 
INILAH.COM, Jakarta - Ruhut Poltak Sitompul beberapa hari terakhir kembali menjadi buah bibir. Pemicunya, pemecatan dirinya dari pengurus pusat Partai Demokrat dan pengusiran dirinya dari arena Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Demokrat 14-15 Desember 2012 lalu.

Ruhut kontroversial. Khalayak sepakat dengan citra tersebut. Sepak terjangnya sebagai anggota DPR dan politisi Partai Demokrat tak sedikit telah menorehkan berbagai kontroversi dan polemik. Mulai saat jelang Pemilu 2009 lalu dengan pernyataan rasisnya, adu mulut di Pansus Angket Century dengan Gayus Lumbuun, serta seabrek polemik dari Ruhut.

Di internal Partai Demokrat, dia termasuk "die hard" Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam berbagai forum resmi di parlemen seperti rapat kerja dengan mitra kerja Komisi Hukum DPR, tak jarang Ruhut secara terbuka menunjukkan komitmen dukungan dan pujian kepada SBY. Sikap serupa juga menonjol saat menjadi anggota Panitia Angket Century DPR RI. Untuk soal ini, nyaris belum ada politisi Partai Demokrat yang menyamai Ruhut.

Tak ada kata takut. Itu pula kesan yang muncul. Elit-elit Partai Demokrat nyaris pernah 'dilawan' Ruhut Poltak Sitompul. Mulai Marzuki Alie, Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Nurhayati Assegaf termasuk Andi Nurpati. Banyak lagi elit Partai Demokrat pernah berurusan dengan Ruhut. Di sisi lain, banyak juga yang menuai keuntungan politik, di saat Ruhut 'menyerang' elit tertentu.

Terkait dengan kasus korupsi yang melanda sejumlah kader Partai Demokrat, sejak awal memang cenderung konsisten. Sejak awal dia meminta siapapun yang disebut Nazaruddin agar legowo mengundurkan diri dari posisinya di Partai Demokrat. "Agar partai ini tidak karam," kata Ruhut dalam sebuah kesempatan. Ia pun meminta agar Anas mundur sementara. Tujuannya elektabilitas dan citra partai agar terkerek kembali.

Sikap ini berlaku saat merespons kasus yang membelit Nazaruddin, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng serta Anas Urbaningrum. Saat mengomentari penetapan Andi Mallarangeng sebagai tersangka, Ruhut pun membenarkan sikap dia selama ini. Nazarudin itu orang waras dan omongannya konsisten kok sejak dulu. Terbukti kan sejak dia pelarian di luar negeri sampai sekarang ini tetap tidak berubah. Dan semuanya sekarang terbukti, ujar Ruhut Sitompul.

Tanpa tedeng aling-aling. Itu pula kesan yang muncul dari Ruhut. Berbeda dengan politisi kebanyakan, Ruhut memiliki cara diplomasi blak-blakan dan apa adanya. Bahasa kiasan dan sindiran nyaris tak pernah muncul dari mulut Ruhut sebagaimana yang lazim dilakukan politisi lainnya.

Komunikasi Ruhut tak berbeda dengan Sutan Bathoegana. Meletup-letup dan apa adanya. Untuk soal ini, Sutan memiliki alasan saat merespons hiruk-pikuk kontroversi Gus Dur beberapa waktu lalu. Anas meminta maaf, namun Sutan enggan. Menurut Sutan, dirinya dengan Anas memiliki gaya berbeda. "Jangan samakan saya dengan Anas, dia Jawa aku Batak," kata Sutan.

Latar belakang Ruhut yang beretnis Batak bisa saja mempengaruhi gaya bicaranya sebagaimana yang dialami Sutan. Sikap apa adanya dan terbuka menjadi ciri khas Ruhut. Sikap ini seperti aneh di tengah tradisi politik nasional yang didominasi kultur Jawa yang menekankan sopan santun, unggah-ungguh, serta mendem jero.

Padahal, sikap seperti yang dilakukan Ruhut dalam konteks Partai Demokrat ini memiliki pijakan rasionalitasnya sendiri. Apa yang ia lakukan semata-mata untuk mengerek dan memperbaiki citra Partai Demokrat. Toh, selama ini semua elit Partai Demokrat pernah dikritik Ruhut.
 
Sumber : nasional.inilah.com

Jumat, 21 Desember 2012

ULAR dan PENDUDUK HIDUP BERDAMPINGAN

Pemandangan biasa di Desa Kobra (Foto: OddityCentral)
Pemandangan Biasa di Desa Kobra

THAILAND memiliki alam indah yang hampir sama indahnya dengan Indonesia. Ada juga yang unik di Negeri Gajah ini, yaitu sebuah desa yang dipenuhi ular!

Desa ini bernama Ban Kok Sa-Nga yang terletak di Provinsi Khon Kaen, sebelah timur laut Thailand. Di kalangan wisatawan, desa ini lebih dikenal dengan nama Desa Kobra.

Sekira 140 rumah di desa ini setidaknya memiliki satu ular peliharaan, yang mereka kandangkan di luar rumah, di dalam boks kayu. Ularnya beragam, mulai dari yang berbisa, seperti King Kobra, hingga yang sedikit tidak berbahaya, seperti piton.

Atmosfir di desa ini juga selalu meriah, seperti sebuah atraksi pertunjukan ular yang besar. Ular-ular ini dibesarkan dalam kurungan dan dijadikan bintang dalam pertunjukan yang cukup menegangkan, seperti pertunjukan tinju antara manusia dengan ular.

Yang membuat wisatawan ngeri sekaligus takjub saat berkunjung ke desa ini mungkin bukanlah pertunjukan ularnya, melainkan bagaimana penduduk desa begitu akrab dengan hewan berbahaya. Bahkan, anak-anak sudah biasa memegang ular karena sejak kecil dilatih menangani ular, memberi makan, dan melawannya bila diserang.

Namun kabarnya, banyak wisatawan mati akibat serangan ular ketika berkunjung ke desa ini. Masih belum jelas kebenarannya, namun diakui bahwa bahkan penduduk desa yang sudah akrab dengan ular pun pernah mendapat serangan hewan melata ini.

Contohnya, Bualee Chai, yang merupakan pawang ular paling ternama di desa ini. Di usianya yang sudah mencapai 72 tahun, ia pernah 21 kali digigit ular namun masih sehat hingga kini.

Yang jelas, bagi penduduk desa ini, ular adalah bagian dari keluarga mereka. "Apabila ular saya mati, saya akan sangat sedih. Apabila ada ular mati di desa ini, kami akan memberikan sesajen untuknya di kuil," tutur Chai seperti dikutip dari OddityCentral, Senin (17/12/2012).

Selain melihat ular, Anda juga bisa membeli hewan tersebut di desa ini. Seekor ular biasanya dihargai Rp1,6 juta hingga Rp2 juta. 

Sumber : travel.okezone.com

99 PSK Gambilangu Main Teater


image
WARGA BINAAN: Pentas teater "Kenapa Kau Panggil Aku Bunga" oleh 99 warga binaan Resosialisasi Rowosari mendapat apresiasi meriah dari ratusan penonton, Rabu (19/12) malam. (suaramerdeka.com/Anton Sudibyo)




SEMARANG, suaramerdeka.com - Resosialisasi Rowosari atau lebih dikenal dengan Gambilangu (JBL) nampak sepi pada Rabu (19/12) malam. Wanita-wanita berbusana seksi dan lalu lalang pria memang masih terlihat. Tapi musik dangdut dari rumah karaoke yang biasanya riuh, hampir tak terdengar.

Situasi itu kontras dengan pemandangan di perempatan RT 1 RW 6 Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu. Ratusan orang berkumpul di sana. Mengelilingi sebuah instalasi yang menjadi panggung pertunjukan teater. Ya, malam itu di bawah arahan seniman Widyo "Babahe" Leksono, 99 warga binaan Resosialisasi Rowosari malam itu memainkan lakon "Kenapa Kau Panggil Aku Bunga". Acara yang digagas kelompok Teater Tikar Semarang itu dimaksudkan sebagai peringatan Hari HIV/AIDS.
Meski baru kali itu berteater, tapi para pemain mampu menyuguhkan pertunjukan yang menghibur. Ceritanya tentang dua perempuan yang menjadi pekerja seks komersial (PSK). Karena tak bisa menjaga diri, salah satu dari mereka tertular HIV/AIDS. Teman dan saudara pun menjauh ketakutan. Akhirnya salah satu dari mereka sekarat tewas mengenaskan.
"Persiapannya hanya dua minggu tapi mbak-mbaknya latihan sangat serius dan antusias, hasilnya mereka bisa bermain dengan lepas," kata pentolan Teater Tikar Ibrahim.

Lazimnya pentas di tempat umum, aturan-aturan menonton pun tak dikenal. Para penonton bebas ngobrol, tertawa bahkan berteriak mengomentari permainan. Tak jarang celetukan-celetukan cabul keluar dari mulut penonton. "Dicipok wuenak kui," sahut seorang wanita ketika melihat adegan dua pemain berpelukan.
( Anton Sudibyo / CN32 / JBSM )

Sumber : www.suaramerdeka.com


WANITA INI BISA DENGAR OMONGAN HEWAN

Liputan6.com, London : Dr Dolittle ternyata ada di dalam dunia nyata. Namun, ia seorang wanita dan bukan dokter hewan. Mandy Carr (39 tahun), yang merupakan penata rambut mengatakan bisa mendengar omongan hewan peliharaan orang dengan membayar 100 Poundsterling per waktu dari pemiliknya yang cemas.

Carr mengklaim, kemampuan tak biasanya itu bisa membantunya mengetahui apa yang hewan katakan dan rasakan dengan hanya melihatnya.

Seperti dikutip dari Dailymail, wanita dari Sheffield itu bisa meneruskan pesan hewan peliharaan yang mati dan bisa mendiagnosa anjing di Australia yang mempunyai masalah ginjal.

Carr mengaku menemukan bakatnya itu saat berumur 20 tahun. Ketika sedang memotong rambut seseorang, Carr mendengar suara yang tidak biasa yang mengemis untuk diobati.

"Ketika saya menyadari itu anjing klien saya, itu membuatku takut setengah mati. Saya tidak tahu apakah saya normal atau gila," ungkap Carr.

"Saya hanya harus melihat foto si hewan peliharaan dan saya bisa merasakan penyakit mereka dan mendengarkan apa pun yang mereka beritahukan ke saya- yang sering kali bercerita tentang pemiliknya".

"Saya akan mengemudi dan mendengar kucing salah satu klien saya dan saya berpikir sendiri" Oh astaga tidak sekarang ", tapi sayangnya saya tidak bisa memutuskan kapan mereka membutuhkan saya."

Carr dilahirkan tuli dan memakai dua alat bantu dengar, tetapi ia mengatakan selalu memiliki hubungan khusus dengan hewan dan berkeyakinan menjadi tuli telah meningkatkan kekuatan batinnya.

Selain bisa berbicara dengan binatang, Carr mengaku juga bisa meneruskan pesan dari hewan peliharaan mati dari kuburnya, menggambarkan dirinya sebagai 'channeller antara dua dunia'.

Kekuatan langka Carr baru-baru ini digunakan pemilik golden retriever yang sakit di Australia. Carr berhasil mendiagnosa ada keluhan ginjal dan membantu anjing yang bernama Nala.

Ketika Nala mati, Carr bisa terhubung dengan 'kekuatannya' dan membiarkan pemiliknya tahu kalau Nala baik-baik saja.

Ia juga mempunyai pengalaman yang menyentuh ketika pudel Zak yang saudaranya dibunuh Bulldog.

Pemilik Zak, Jay Westwood-Bowman, bingung dengan perilaku pudelnya itu hingga mengunjungi cenayang binatang.

"Saya benar-benar skeptis tapi bersedia mencobanya karena Zak tidak ingin melakukan apa-apa untuk kita atau siapa pun," kata Westwood-Bowman.

"Dalam waktu 10 menit ia kembali normal dan kami tidak mempercayainya. Saya tidak tahu bagaimana ia melakukannya, tapi apa pun itu, ini bekerja. Kami bergembira," tambahnya.

Meski bisa bercakap-cakap dengan binatang, Carr tidak memiliki hewan peliharaan karena keluarga suaminya Paul sangat alergi.(MEL/IGW)

Sumber : health.liputan6.com

SAAT ISTRI TERLELAP, ADIK IPAR DITIDURI

illustrasi



Laporan Wartawan Tribun Lampung, Robertus Didik Budiawan
TRIBUNNEWS.COM, PRINGSEWU - Tak puas menikahi DS, warga Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu Lampung, Hardi (25) juga menggauli adik iparnya, IP (15) hingga hamil enam bulan.
Padahal, warga Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, sudah dikaruniai seorang anak dari pernikahannya dengan DS pada 2007 silam.
Hardi pun digiring ke kantor polisi. Ia dikenakan pasal 21 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.
"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun," ujar Kanit Reskrim Polsek Pringsewu IPDA Junaidi, Minggu (16/12/2012).
Dari hasil pemeriksaan polisi, lanjutnya, Hardi tak hanya sekali meniduri adik iparnya, melainkan sudah berjalan sekitar satu tahun. Hubungan laiknya suami istri antara Hardi dan IP dilakukan tanpa paksaan.
Hardi mengawali perbuatan bejatnya dengan merayu IP, sehingga IP rela melayani nafsu bejat kakak iparnya. Padahal, Hardi bersama istrinya, IP, serta orangtuanya (mertua Hardi) tinggal satu rumah. Kendati demikian, Hardi lihai mencuri kesempatan untuk menyelinap ke kamar IP.
"Tersangka meniduri adiknya pada malam hari, ketika istri dan penghuni rumah lainnya tertidur pulas," ungkap Junaidi.
Tapi, pepatah sepintar-pintarnya orang menyimpan bangkai akhirnya ketahuan juga, berlaku terhadap Hardi. Perbuatannya terbongkar, begitu hubungan terlarang yang dia jalani bersama IP menghasilkan janin.
Awalnya, Hardi mencoba menutupi kehamilan IP dengan melarikan ke Rawa Jitu, Kabupaten Tulangbawang, Minggu (2/12). Kepergian IP tanpa pamit membuat orangtuanya bingung. Tapi, kecurigaan muncul ketika Hardi juga tidak ada di rumah.
"Orangtua IP menghubungi Hardi, kemudian meminta Hardi pulang dengan alasan saudaranya ada yang sakit," papar Junaidi.
Pada 5 Desember 2012, Hardi bersama IP pulang dengan diantar kakak kandung Hardi. Lalu, orangtua Hardi dan mertuanya mengantar Hardi ke Mapolsek Pringsewu. Hardi kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Pringsewu. Sementara, IP harus menunda pendidikan yang sudah dijalaninya hingga bangku kelas I SMA. (*)

Sumber : www.tribunnews.com

PULUHAN GAJAH MENGAMUK DI JAMBI

Puluhan Gajah Mengamuk di Jambi
Illustrasi Gajah



Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin
TRIBUNNEWS.COM, MUARA TEBO - Kamis (20/12/2012) pagi, warga Desa Tanjung Kecamatan Tujuh Koto Ulu, Tebo dikejutkan dengan munculnya sekitar 20-an ekor gajah. Binatang raksasa ini muncul di pinggir desa dan merusak kebun sawit dan karet milik warga.
"Sejak tadi pagi sekitar jam 06.00 tahunya. Sekitar 20-an ekor jumlahnya. Kami sudah berusaha mengusir dengan membuat perapian di pinggir kebun. Tapi gajahnya belum mau pergi juga," ujar Tarmizi, warga Tanjung per telepon.
Dikatakan Tarmizi, gajah-gajah ini sudah semakin mendekat ke desa. Tinggal berjarak sekitar 800 meter dari rumah warga. Warga yang berusaha menggiring kembali ke dalam hutan, malah dikejar oleh gajah tersebut.

Sumber : www.tribunnews.com


PSK DITEMUKAN TEWAS DI KAMAR

PSK Ditemukan Tewas di Kamar
KOMPAS.COM/AHMAD FAIZAL  

SURABAYA, KOMPAS.com — Sebuah lokalisasi di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (18/12/2012), mendadak gempar karena seorang pekerja seks komersial (PSK) ditemukan tewas di kamarnya. Penyebab kematian PSK berusia 20 tahun itu belum diketahui.
PSK berinisial IA itu diketahui berasal dari Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Dia ditemukan mucikarinya, S, sekitar pukul 08.00 WIB. "Pintu kamar korban diketuk, tapi tidak ada respons," kata Kanit Reskrim Polsek Krembangan, AKP Effendi.
S mengalami kesulitan membuka pintu kamar sehingga dia kemudian meminta bantuan seorang tukang becak di depan wisma untuk membuka paksa pintu kamar. ''Korban ditemukan tewas dalam keadaan tangan dan kaki menekuk. Hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,'' ujar Effendi.
Menurut keterangan sang mucikari, kata Effendi, korban beberapa hari ini memang mengeluh sesak sesak napas sehingga sengaja tidak melayani tamu. ''Korban juga tidak memiliki riwayat sakit yang serius,'' terangnya.
Guna melengkapi pemeriksaan, jasad PSK yang sudah lebih dari setahun menjadi penghuni lokalisasi Bangunsari tersebut kini sudah dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soetomo untuk diotopsi.

Sumber : regional.kompas.com

ANAK BALITA TETASKAN ULAR BERBISA



Anak Balita Simpan Ular Berbisa di Lemari
Eastern Brown Snake yang sangat berbisa.

QUEENSLAND, KOMPAS.com — Betapa kagetnya Donna Sim, warga kota Townsville, Queensland, Australia, ketika membuka lemari pakaian milik anak balitanya. Donna menemukan tujuh ular dalam kotak di dalam lemari itu.

Donna teringat, beberapa pekan lalu dia memberi anak balitanya, Kyle, sebuah wadah plastik saat dia bermain di halaman. Ternyata, saat bermain itulah Kyle menemukan beberapa butir telur yang dia masukkan ke dalam wadah plastik itu.

Kyle kemudian menyimpan wadah plastik itu di dalam lemarinya. Suhu yang hangat di dalam lemari akhirnya membuat telur menetas. Ular itu—yang kemudian diketahui berjenis ular coklat timur—adalah jenis ular paling berbisa kedua di Australia.

Beruntung, Kyle menjepit tutup kotak itu sehingga bayi-bayi ular tersebut tak cukup kuat untuk mendorong tutup wadah plastik itu dan kabur.

"Saya sangat terkejut, terutama karena saya tak suka ular," kata Donna Sim kepada harian Townsville Bulletin.

Ular-ular itu kemudian diserahkan ke organisasi yang mengurus hewan-hewan liar di Townsville.

Koordinator North Queensland Wildlife Care, Trish Prendergast, mengatakan bahwa Kyle sangat beruntung tak sampai tergigit ulat itu.

"Anak kecil itu sangat beruntung," kata Trish.

Trish mengatakan secara hukum menyimpan hewan liar adalah perbuatan melanggar hukum. Namun, dia menegaskan bahwa Donna dan keluarganya tak akan mendapatkan masalah hukum.

Trish menjelaskan, ular coklat timur ini adalah hewan yang "dilahirkan untuk membunuh". Bahkan, bisa bayi ular ini sudah cukup untuk menewaskan seorang manusia, meskipun saat bayi, taring ular ini masih sangat kecil.

"Jika Kyle yang membuka kotak itu, kemungkinan dia tak akan ada di sini saat ini," kata Donna.

"Kyle selalu bermain di luar. Dia sangat senang bermain di luar rumah," kata Shannon, kakak Kyle.

"Dia benar-benar anak desa. Dia sedikit sedih saat ular-ular itu diserahkan. Dia ingin memelihara mereka," tambah Shannon.

Sumber : internasional.kompas.com

HARAPAN GUS IRAWAN

MEDAN, KOMPAS.com -- Barangkali dari semua calon Gubernur Sumut yang paling berbahagia adalah Gus Irawan Pasaribu. Sebab, mantan Direktur Utama Bank Sumut itu memperoleh nomor urut 1 sebagai calon Gubernur Sumut.

"Ini sesuai dengan harapan saya. Saya sudah lama bekerja di Bank Sumut agar menjadi nomor satu. Semoga nanti tetap menjadi nomor satu setelah pemilihan," kata Gus Irawan, seusai menerima nomor urut peserta Pilkada Sumut di Hotel Grand Angkasa Medan, Jumat (14/12/2012).

Sebagai ungkapan kegembiraan, Gus berencana menggelar syukuran di kantor pemenangan Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (Gus Man). "Syukuran karena dapat nomor satu. Nomor yang diidam-idamkan," katanya.

Senada dengan Gusman, Soekirman mengatakan, nomor urut satu memiliki makna strategis secara teknis. Dalam surat suara nanti, foto pasangan nomor satu akan dicetak di ujung paling kiri sehingga mudah dilihat.

Soekirman dan Gus Irawan yakin memang bukan saja karena mendapat nomor satu. Berdasarkan hasil survei internal, kata Soekirman, pasangan yang diusung 23 partai politik ini memiliki elektebilitas di atas empat pasangan lainnya. "Angka persisnya saya tidak ingat, yang jelas kami masih unggul," kata Soekirman.

EFFENDI SIMBOLON BAGI-BAGI RACUN TIKUS

CAGUBSU Effendi MS Simbolon membagikan racun tikus kepada sejumlah petani di Deliserdang, Selasa(18/12). ( Repro/WSP/ist )

DELISERDANG ( Berita ): Hama tikus yang menyerang tanaman padi di sejumlah desa di Deliserdang mulai membuat para petani resah. Pasalnya hama tikus menyerang tanaman padi yang sedang berbuah. Ompung Parsaoran boru Sirait, petani di desa Wonosari Kec. Tanjung Morawa, Kab.Deliserdang  mengatakan,gara-gara dimakan tikus, panen padinya tidak lagi mencapai empat goni per rante.
Padahal menurut dia, dirinya masih harus membayar sewa sawah yang ia kelola.“Tikus ini mulai nyerang tanaman padiku sejak dua bulan lalu, waktu masuk musim penghujan. Jadi, hasil panenku pun tinggal sedikit, padahal aku masih harus membayar sewa sawah”, ujar Ompung Parsaoran disela-sela kegiatan pembagian racun tikus yang dilakukan Calon Gubernur Sumatera Utara Effendi  MS Simbolon di desa Wonosari Tanjung Morawa Deliserdang, Selasa (18/12).
Meski sudah terserang hama tikus beberapa kali masa tanam, tetapi menurutnya, mereka belum pernah menerima bantuan pembasmi hama tikus dari pemerintah. Karena itu, ia sangat senang ada bantuan pembasmi hama dari calon gubernur nomor urut 2 itu.
“Ini bantuan pertama yang kami terima sejak hama tikus menyerang tanaman padi kami. Padahal hama tikus ini bukan baru kali ini aja. Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Pak Effendi,” imbuh Ompung Parsaoran.
Keluhan hama tikus juga disampaikan petani di desa Ramunia Kec. Pantai Labu Kab.Deliserdang yang juga menerima bantuan racun pembasmi hama tikus dari calon Gubernur Effendi MS Simbolon. Ompung Putri boru Manullang bahkan mengatakan, dari sembilan rante sawah yang ia tanami padi, 6 rante sudah habis diserang tikus.
Padahal, untuk satu rante, ia harus membaya ruang sewa senilai 50 kilogram padi. Untuk mencegah serangan hama tikus lebih parah, ia harus mengeluarkan biaya Rp 20 ribu untuk membeli racun pembasmi tikus. Dan ini harus dia lakukan setiap tiga kali sehari.“Udah tak tau lagi aku cemana hasil panenku kali ini.
Udah enam rante yang dimakani tikus, padahal untuk satu rantenya aku harus bayar 50 kg padi,belum lagi aku harus beli racun tikus sendiri, biar yang tiga rante lagi gak ikut terserang hama,” ujar ompung Putri boru Manullang.
Melihat kesusahan petani menghadapi serangan hama tikus, Cagubsu Sumut, Effendi Simbolon memberikan bantuan untuk mengatasi hama tikus dengan membagikan seribu paket pembasmi hama bagi petani dikawasan itu.
Hal ini, menurut Effendi Simbolon, harus dilakukan sehingga  hasil panen petani tidak berkurang bahkan semakin meningkat. Dan jika ini bisa dilakukan, maka Sumatera Utara bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan.
“Kalau hasil panen petani  tidak berkurang dan bahkanmeningkat,saya optimis Sumatera Utara mampu memenuhi kebutuhan pangan warganya. Jadi kita tidak perlu lagi mengimpor dari daerah lain. Dan ini harus didukung dengan kebijakan tanah untuk petani serta tidak bolehnya konversi lahanp ertanian untuk perkebunan,”ujar Effendi MS Simbolon di hadapan petani yang menerima bantuan pembasmi hama tikus di desa Ramunia, Pantai Labu Deliserdang.
Kata dia, pembasmian hama tikus di sawah juga menjadi simbol bahwa tikus-tikus koruptor yang saat ini banyak dipemerintahan juga harus dibasmi,sehingga dana APBD Sumatera Utara yang masih tergolong kecil itu bisa sepenuhnya diberdayakan untuk kepentingan rakyat.
“Tidak zamannya lagi kita memiliki pemimpin yang lebih mementingkan diri sendiri, keluarga mau pun kelompok dan menyengsarakan rakyat. Saatnya kita melawan ketidakadilan,melawan ketidak merataan pembangunan menuju Sumut baru dengan infrastruktur yang mantap, pendidikan yang gratis serta pelayanan kesehatan yang layak dan gratis yang bisa dinikmati semua lapisan masyarakat,” tambah  Effendi.
Mendengar penyataan Effendi Simbolon yang didukung PDI-Perjuangan, PPRN dan PDS dalam pilgub 7 Maret 2013 mendatang,ketua kelompok tani  Ompung Dapot Sinaga menyatakan siap mengerahkan anggota kelompok taninya untuk mendukung Effendi Simbolon-Djumiran Abdi, sehingga apa yang dicita-citakan pasangan tersebut bisa diwujudkan. (WSP/rel/m09)

Sumber : http://beritasore.com/2012/12/19/petani-deliserdang-dapat-racun-tikus-dari-effendi/

Rabu, 19 Desember 2012

Cabuli ABG Selama 3 Tahun, Tokoh Yahudi Diadili

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
New York - Seorang tokoh Yahudi di New York, Amerika Serikat (AS) dinyatakan bersalah atas tindak pencabulan terhadap seorang remaja perempuan selama 3 tahun terakhir. Pria berusia 54 tahun ini dijerat 59 dakwaan dan terancam hukuman total 117 tahun penjara.

Pria bernama Nechemya Weberman ini merupakan salah satu tokoh ternama dalam komunitas Hasidic di New York, yang juga menjadi konselor. Hasidic merupakan salah satu cabang aliran Yahudi Ortodoks. Korban merupakan seorang anak perempuan yang mengikuti konseling Weberman selama beberapa tahun terakhir.

Dalam persidangan korban mengungkapkan, Weberman berulang kali melakukan perbuatan mesum ini sejak tahun 2007, atau ketika korban masih berusia 12 tahun. Weberman dijerat 59 dakwaan pencabulan dan pelecehan seksual. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (11/12/2012).

Diungkapkan dalam persidangan, sesi konseling dianjurkan oleh pihak sekolah yang ada di komunitas Hasidic tersebut. Sang ABG saat itu memiliki masalah perilaku yang dianggap melanggar peraturan. Pihak kepala sekolah pun menganjurkan ABG itu mengikuti sesi konseling bersama Weberman.

Namun ternyata Weberman justru menggunakan sesi konseling tersebut untuk mencabuli anak perempuan itu. Tindakan bejat Weberman ini berlangsung lebih dari sekali, namun korban tidak berani memberitahu siapapun karena takut.

Para juri dalam pengadilan menyatakan terdakwa bersalah atas dakwaan tersebut. Sidang pembacaan putusan akan digelar pada 9 Januari 2013 mendatang.

"Korban menunjukkan keberanian yang luar biasa untuk mengungkapkan yang terjadi pada masa-masa sulitnya. Semoga, vonis ini bisa menjadi pendorong bagi sejumlah wanita korban pelecehan seksual lainya untuk berani berbicara," ucap jaksa penuntut distrik Brooklyn, Charles Hyness.

Namun pihak pengacara Weberman menyebut tudingan ABG tersebut mengada-ada. Menurut pengacara Weberman, si anak sengaja mengarang tuduhan tersebut dalam rangka balas dendam terhadap Weberman karena pernah memberitahu orangtua si remaja saat dirinya bermesraan dengan remaja pria, hal yang dilarang oleh komunitas mereka.

(nvc/ita)

Sumber : http://news.detik.com/read/2012/12/11/142312/2115305/1148/cabuli-abg-selama-3-tahun-tokoh-yahudi-diadili?9922022 

Diduga Tempat Prostitusi Puluhan Warung Digusur

Kamis, 13 Desember 2012 13:02 WIB
Metrotvnews.com, Mojokerto: Lebih dari 40 warung yang berada di pinggiran Sungai Brantas di perbatasan Mojokerto-Sidoarjo, Jawa Timur, digusur petugas gabungan dari Satpol PP, TNI dan jasa tirta. Puluhan bangunan warung itu diduga sebagai tempat prostitusi.

Petugas tim gabungan membongkar paksa bangunan warung yang berada di pinggiran Sungai Brantas tepatnya di Desa Mlirip. Dua kendaraan back hoe digunakan menggusur puluhan bangunan tersebut. Semua bangunan semi permanen maupun permanen dibongkar. Sementara warga pemilik bangunan liar ini hanya bisa pasrah.

Dalam penggusuran ini tidak ada perlawanan dari para pemilik bangunan. Sebab dua bulan sebelum melakukan penggusuran, Satpol PP Provinsi Jawa Timur telah mensosialisasikan penggusuran ini.

Tercatat sebanyak 48 bangunan liar dibongkar. Selain menyalahi ketentuan tentang bangunan di sepanjang sungai, bangunan-bangunan ini dianggap sebagai tempat prostitusi terselubung. Menurut penuturan warga warung-warung liar ini diduga kerap dijadikan ajang mesum.

Petugas Satpol PP akan terus melakukan pemantauan dan bertindak tegas jika kembali menemukan bangunan liar dan tak berijin, yang didirikan di sekitar kawasan ini.(DNI)


Sumber : http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/12/13/166379/Diduga-Tempat-Prostitusi-Puluhan-Warung-Digusur/6

UMUR 14 TAHUN SUDAH JADI PSK

Bunga dan salah satu rekannya yang menjadi PSK di bawah umur di Bangka
Laporan Wartawan Bangka Po,s Deddy Marjaya
TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Polisi Bangka kembali menemukan pekerja seks komersial (PSK) di bawah umur. Bunga (14) yang mengaku kegadisannya direnggut saat dibawa ke eks lokalisasi SG Merawang ternyata tidak benar. Ternyata Bunga telah menjadi PSK di salah satu kawasan di Jakarta.
Hal ini terungkap setelah pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bangka memintai keterangan Bunga. Sejumlah fakta baru didapatkan bahwa Bunga juga mengetahui kalau dirinya ke Bangka untuk melayani pria hidung belang.
"Jadi walaupun masih dibawah umur namun Bunga ini sebelum ke Bangka sudah menjadi PSK di Jakarta," kata Kasat Reskrim AKP Setiadi seizin Kapolres Bangka AKBP Pipit Rismanto Senin (17/12/2012).
AKP Setiadi menambahkan walaupun saat ke Bangka Bunga melayani hidung belang tidak dipaksa namun pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Salah satunya adalah mencari C yang merupakan pemilik wisma tempat Bunga ditampung. Berdasarkan keterangan keluarga C masih berada di Jakarta dan belum kembali.
"Tetap kita dalami dan jika didapati memang ada unsur pidananya maka akan terus berlanjut,' kata Setiadi.
Seperti diberitakan sebelumnya Bunga ditemukan oleh anggota Polres Bangka saat menggelar razia Pekat di eks Lokalisasi SG Merawang. Bunga yang berada disalah satu kamar rumah pemilik wisma yang bersebelahan awalnya mengaku telah ditipu oleh pemilik wisma. Saat ditemukan Bunga bersama salah seorang wanita lainnya yang tidak memiliki identitas.
Bahkan saat itu Bunga kepada petugas mengaku kegadisannya direnggut di wisma tersebut dengan bayaran Rp 300.000. Sehingga awalnya polisi menduga merupakan kasus traficking anak yang dijadikan budak seks. Setelah didalami ternyata saat ditawari ke Bangka Bunga tahu akan dipekerjakan sebagai PSK.

Sumber : http://www.tribunnews.com/2012/12/18/umur-14-tahun-sudah-jadi-psk

Selasa, 18 Desember 2012

ALUMNUS SMK BNKP GUNUNGSITOLI CETUSKAN IDE PEMBENTUKAN IKATAN ALUMNI

Atas kiri : Sekretaris Kota Gunungsitoli, Drs. Firman Harefa, S.Pd sedang melantunkan lagu kesayangannya; atas kanan : vikar Syukur Telaumbanua membacakan doa; bawah kiri : Ketua Panitia, Melizaro Harefa, SH, MH ketika menyampaikan laporannya; bawah kanan : sejumlah alumnus SMK BNKP Gunungsitoli dalam rangka pelaksanaan reuni.
Gunungsitoli, FN
Sejumlah alumnus SMK BNKP Gunungsitoli laksanakan reuni di lapangan SMK Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli, Minggu (9/12) lalu, guna membentuk suatu ikatan alumni yang selama ini tidak pernah dicetuskan oleh alumnus sebelumnya walaupun SMK ini telah berlangsung kegiatan belajar-mengajarnya selama kurang lebih 50 tahun.

Acara tersebut, juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Perguruan BNKP Gunungsitoli, Drs. Firman Harefa, S.Pd sekaligus menjabat sebagai sekretaris kota Gunungsitoli, dan salah satu mantan Kepala Sekolah, DR. Sadieli Telaumbanua, S.Pd, M.Pd sekaligus menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli.

Ketua Panitia, Melizaro Harefa, SH, MH, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah direncanakan kurang lebih tiga bulan sebelumnya, namun karena beberapa kendala yang dihadapi di lapangan akhirnya baru saat ini dilaksanakan. Melizaro menambahkan bahwa tujuan diadakannya Reuni ini adalah untuk membentuk suatu ikatan Alumni antar alumnus SMK Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli dalam rangka memenuhi Thema kegiatan yaitu : “Bersama Membangun Nias”.

Ketua Yayasan Perguruan BNKP Kota Gunungsitoli menyarankan dalam sambutannya bahwa hendaknya ikatan alumni yang akan terbentuk nantinya, ikut mencantumkan dan melibatkan alumnus SMEA di mana nama itu digunakan sebelum perubahan namanya menjadi SMK.

Dalam kesempatan itu ia mengucapkan terima kasih karena masih ada alumni SMK BNKP Gunungsitoli yang memiliki niat dan ide untuk membentuk suatu ikatan alumni walaupun kegiatan SMK ini sudah berjalan selama kurang lebih 50 (lima puluh) tahun.

Ia menghimbau kepada Ketua Panitia, agar segera membangun komunikasi yang lebih intensif lagi kepada Kepala Sekolah saat ini dalam mewujudkan cita-cita pembentukan ikatan alumni dimaksud dengan sesegera mungkin, karena ikatan alumni berada di bawah koordinasi sekolah, tutur Firman bersahabat di dalam sambutannya. (R.Gea)

Minggu, 16 Desember 2012

NENEK TUA INI MASIH JADI PSK DI USIA 96 TAHUN



Mulai berprofesi menjadi PSK pasca meletusnya perang dunia ke-2, setelah sang suami tewas pada pertempuran. Nenek renta yang bernama Milly Cooper ini mengklaim sudah ditiduri oleh lebih dari 3.500 pria.


Yang mencengangkan adalah bahwa hingga di usianya yang senja ini sang nenek masih aktif menerima pelanggan walau tidak seramai dulu kala muda. Dalam seminggu nenek Cooper masih dibooking pelanggan dan para pelanggan itu usianya bervariasi antara 29 tahun hingga 92 tahun, heran juga ya koq ya ada yang masih tega berhubungan dengan sang nenek yang sudah renta begini.

Saat ini ia tinggal di Las Vegas Amerika Serikat setelah berpindah dari rumahnya di London Timur Inggris. Dalam perjalanan hidupnya sang nenek ini pernah tobat untuk tidak jadi PSK lagi alias libur menerima tamu selama 5 tahun namun karena ditinggalkan sang putri dan hidup dalam penghasilan yang tak menentu akhirnya sang nenek Cooper kembali ke profesi yang pernah ditekuninya hingga kini.

Nenek Cooper pernah pindah profesi dari PSK menjadi Mami alias Germo yang memiliki dan mengelola rumah Bordil dan saat itu dia menemukan pasangan hidup suaminya yang kedua seorang akuntan di tahun 1955. Seperti dikutip ruanghati.com dari Daily Mail mengungkapkan bahwa sang germo saat ini memiliki anak buah sejumlah 10 PSK muda yang dia pekerjakan di rumah Bordilnya.

Walau sudah tua konon sang nenek Cooper ini masih memiliki payudara yang berukuran besar walau tubuhnya sudah kurus kerontang. Walah nek nek segera tobat saja ya nek sebelum ajal menjelang. Just For Info nenek Cooper tarif bookingnya sekali kencan sekitar 800 Poundsterling Atau sekitar Rp 11 jutaan dirata-rata dalam satu tahun masih beromset 50 ribu Poundsterling atau sekitar Rp 700 Jutaan, wow fantastik juga untuk seorang tua bangka ini.

Sumber : http://www.ruanghati.com/2011/02/24/di-usia-96-tahun-nenek-tua-ini-masih-jadi-psk-setahun-omsetnya-rp-400-juta/

usnya Perang Dunia ke-2 setelah sang suami tewas dalam pertempuran, nenek renta yang sudah bau tanah bernama Milly Cooper ini mengklaim sudah ditiduri oleh lebih dari 3500 pria. Yang mencengangkan adalah bahwa hingga di usianya yang senja ini sang nenek masih aktif menerima pelanggan walau tidak seramai dulu kala muda. Dalam seminggu nenek Cooper masih dibooking pelanggan dan para pelanggan itu usianya bervariasi antara 29 tahun hingga 92 tahun, heran juga ya koq ya ada yang masih tega berhubungan dengan sang nenek yang sudah renta begini.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2011/02/24/di-usia-96-tahun-nenek-tua-ini-masih-jadi-psk-setahun-omsetnya-rp-400-juta/
pasca meletusnya Perang Dunia ke-2 setelah sang suami tewas dalam pertempuran, nenek renta yang sudah bau tanah bernama Milly Cooper ini mengklaim sudah ditiduri oleh lebih dari 3500 pria. Yang mencengangkan adalah bahwa hingga di usianya yang senja ini sang nenek masih aktif menerima pelanggan walau tidak seramai dulu kala muda. Dalam seminggu nenek Cooper masih dibooking pelanggan dan para pelanggan itu usianya bervariasi antara 29 tahun hingga 92 tahun, heran juga ya koq ya ada yang masih tega berhubungan dengan sang nenek yang sudah renta begini.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2011/02/24/di-usia-96-tahun-nenek-tua-ini-masih-jadi-psk-setahun-omsetnya-rp-400-juta/

TERKAIT KASUS AKPER GUNUNGSITOLI LSM GEMPITA GELAR AKSI






NIAS, NM
Kurang lebih lima Jam LSM GEMPITA (Generasi Muda Peduli Tanah Air) Kepulauan Nias menggelar aksi unjuk rasa di tiga institusi pemerintahan Kabupaten Nias, Senin (3/12) lalu, dimulai dengan mendatangi Mapolres Nias disusul ke Kantor Bupati dan diakhiri dengan mengunjungi Kantor DPRD yang diwarnai dengan aksi lempar telur ke dinding gedung dewan terhormat itu.  
Aksi tersebut menuntut Polres Nias agar segera mengusut tuntas kasus Soginötö Dakhi selaku Pimpinan Akper Gunung Sitoli dan mendesak Bupati dan DPRD Kabupaten Nias agar mendukung Polres Nias dalam mengusut tuntas kasus itu, setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten Nias telah membentuk Tim Pencari Fakta untuk menelusuri “perselingkuhan” kewenangan oleh pimpinan Akper.
Ketika LSM Gempita yang dipimpin langsung oleh Yanuar Zebua (Sekretaris) tiba di Mapolres Nias, mereka disambut dengan baik dengan mengundang langsung pimpinan aksi beserta perwakilan dari DPC-DPC LSM Gempita se-Kepulauan Nias yang turut serta dalam aksi.
Pada pertemuan itu pihak Mapolres Nias menyatakan serius menangani kasus tersebut, yang dibuktikan dengan menandatangani surat pernyataan serius pada secarik surat pernyataan buatan LSM Gempita.
Selesai dari Mapolres, LSM Gempita beserta massanya langsung bertolak menuju Kantor Bupati Nias, tapi sayangnya Bupati Nias tidak sedang berada di Kantornya melainkan sedang berada di luar daerah.
LSM Gempita akhirnya diterima oleh Wakil Bupati Nias di ruangannya. LSM Gempita meminta kepada Wakil Bupati Nias agar segera menyerahkan dokumen hasil temuan Tim Pencari Fakta tersebut kepada Mapolres Nias. Wabup menyatakan bahwa kepadanya belum diserahkan dokumen itu, sehingga ia hanya menyarankan untuk menunggu Bupati Nias dan meminta kepadanya untuk menyerahkannya.

Bupati Nias ternyata bukan di luar Daerah
Sempat terjadi kekecewaan LSM Gempita setelah selesai berdialog dengan Wakil Bupati, di mana diketahui oleh Pimpinan Aksi bahwa Bupati Nias sebenarnya tidak sedang berada di luar daerah, melainkan masih di dalam wilayah Kabupaten Nias.
Pada kesempatan itu, Pimpinan Aksi mempertanyakan keseriusan Bupati Nias mengusut tuntas kasus itu dan sekaligus menduga bahwa Bupati Nias takut mencopot Soginötö Dakhi dari jabatannya karena diduga keras ada kerjasama tersembunyi yang dilakukan oleh kedua insan itu.
Pimpinan Aksi berjanji tidak akan berhenti menggerakkan massa sebelum Bupati Nias mengabulkan permintaan mereka, yaitu menyerahkan dokumen hasil temuan Tim Pencari Fakta kepada pihak Kepolisian untuk diusut hingga tuntas.

Gedung DPRD dilempari dengan telur
Selesai menyatakan kekecewaannya kepada sikap Bupati Nias, massa bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Nias. Setelah beberapa menit berorasi di depan gedung bertingkat itu, akhirnya anggota DPRD yang berasal dari Fraksi B datang menemui massa yang sedang menantikan kehadiran meraka.
Pada kesempatan itu Pimpinan Aksi meminta kepada Ketua Fraksi B untuk menandatangani surat persetujuan mendukung Polres Nias mengusut tuntas kasus Akper, sekaligus meminta seluruh anggota Dewan yang hadir untuk menandatangani “spanduk” yang dibawa oleh massa sebagai bukti setujunya masing-masing wakil rakyat itu.
Namun, Ketua Fraksi B hanya bersedia menandatangani surat, dan menolak menandatangani spanduk yang dibawa tersebut bersama teman-teman anggota lainnya dengan alasan bahwa hal yang demikian itu tidak dapat menjamin selesainya proses hukum yang akan diusut. Selesai menyatakan penolakan itu, langsung pamit undur diri dan meninggalkan massa begitu saja di halaman Gedung DPRD penampung aspirasi rakyat itu.
Melihat tidak dihiraukan dan ditinggalkan begitu saja oleh anggota-anggota dewan terhormat tersebut, Pimpinan Aksi beserta beberapa anggotanya melempari dinding-dinding gedung Dewan itu dengan beberapa butir telur, sebagai lambang bahwa penghuni gedung itu saat ini, beraroma busuk bagaikan telur.
Puas melampiaskan kekecewaannya, akhirnya mereka membubarkan diri dan berjanji akan kembali dengan membawa massa yang lebih besar. (R.Gea)